Seorang anak yang baru saja kemaren lulus sekolah menengah pertama di sebuah kota. Dan dia megikuti sebuah seleksi jenjang masuk ke sekolah negeri namun saying nya anak tersebut harus gagal dalm seleksi tes masuk sekolah negeri yang di inginkan. lalu di tempat tersebut ada seorang kaka-kaka yang menawarkan untuk masuk ke sekolah asrama tersebut kepada orang tua anak tersebut. Lalu tanpa piker Panjang orang tua anak tersebut melihat brosur yang di berikan oleh kaka tersebut dan kemudian itu orang tua tersebut menyarankan anak nya untuk bersekolah di tempat tersebut. Lalu keesokan harinya anak itu di dampingin orang tuanya untuk melihat sekolah tersebut. setelah melihat sekolah tersebut orang tua anak tersebut langsung menyuruh anak nya untuk masuk ke sekolah tersebut setelah orang tua dari anak itu melihat visi, misi dan system pembelajaran nya.
Kemudian setelah mendaftar ke sekolah tersebut orang tua dari anak tersebut menyiapkan alat yang di butuhkan anak tersebut untuk di asrama nya nanti. Dan ketika hari dimana semua murid yang mendaftar kemaren berkumpul di asrama untuk menentukan kamar dan setelah mereka semua mendapatkan kamar nya masing-masing dan semua anak di panggil untuk berkumpul di aula asrama tersebut. Lalu hari demi hari anak tersebut lewati di awal masuk dia sempat berfikir kenapa saya setuju masuk ke sini setelah dia berfikir lama kelamaan dia memikirkan hal tersebut dia makin berat hati untuk tinggal di asrama. Setelah dia mendapat banyak support dari keluarga dan guru-guru hari hari berkut nya semakin membaik dan dia merasa dia sudah mulai betah untuk tinggal di asrama dan disaat harinya yang mulai membaik ada rasa kekecewaan terdapat di hati anak tersebut untuk pindah sekolah yang tidak di asrama kan lalu anak tersebut beerfikir ulang dan bertanya “bagaimana masa depan ku nanti” setelah pertanyaan itu terlintas di pikiran nya. Anak tersebut lalu menyakinkan diri nya untuk tinggal di asrama tersebut tanpa berat hati karena hal tersebut dapat membuntuk karakter anak tersebut menjadi lebih baik.
Dan hari demi hari dia lewati di asrama mulai lebih membaik dari segala aspek yang ia pelajari di sekolah maupun di dormitory. Ketika ia sedang memikirkan betapa menyenangkan nya bisa tinggal lagi di rumah dengan aturan yang bebas tanpa harus terbebani oleh semua aturanyang ada di dormitory. Dan karena anak itu mulai terbiasa akhirnya lama-kelamaan dia mulai mulupakan untuk meninggalkan asrama tersebut. Dan ia pun bertekad untuk membangun diri nya sendiri dari kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, dan berinovatif dari 5 aspek yang di terapkan smk surya cipta inilah yang akan membantu mengubah semua hidup nya menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya. Setelah ia belajar dari 5 aspek tersebut bagaimana pentingnya kejujuran dalam melakukan apapun, tanggung jawab ketika melakukan kesalahan yang ia perbuat, kerja keras dalam bekerja maupun belajar, disiplin terhadap waktu, inovatif unutk menciptakan hasil karya yang berguna bagi masyarakat dan setelah berpikir akhirnya dia tau bahwa ama tesebut jauh lebih baik di bandingkan sekolah yang di memakai sitem sekolah bording school.
#Smkbisa
#Smksuryaciptakarawang

Hidup adalah 10% apa yang terjadi pada Anda dan 90% bagaimana Anda bereaksi terhadap kondisi itu